Cegah Munculnya Klaster Pesantren Dari Pandemi Covid-19, Fraksi PDIP DPRD Salatiga Sambangi Ponpes Al Falah

Iklan Semua Halaman

Cegah Munculnya Klaster Pesantren Dari Pandemi Covid-19, Fraksi PDIP DPRD Salatiga Sambangi Ponpes Al Falah

Monday, June 29, 2020
Rombongan Fraksi PDIP DPRD Salatiga didampingi pengurus Ponpes Al Falah Nur Khozin melihat sarana prasarana Poskestren. (Foto: Dok. istimewa/DW)

SALATIGA, Beritaglobal.Net - Menjelang penerapan new normal di dunia pendidikan pada tahun ajaran baru 2020/2021, 13 Juli 2020 mendatang memerlukan persiapan matang dari segenap pihak, khususnya pengelola sekolah dan orang tua siswa/siswi.

Menyikapi berbagai keluhan masyarakat di bidang pendidikan menjelang penerapan new normal, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga, melakukan serangkaian kunjungan kerja ke sekolah dan pondok pesantren, Senin (29/06/2020).

Ketua Fraksi PDIP M. Teddy Sulistio, S.E., kepada beritaglobal.net menyampaikan bahwa agenda kunjungan kerja kali ini adalah melihat langsung pencegahan Covid-19 di pesantren Al Falah dan SMP Kristen 4, Kota Salatiga.

M. Teddy Sulistio, S.E., Ketua FPDIP DPRD Salatiga melewati fasilitas penyemprot cairan disinfektan saat akan masuk ke area Ponpes Al Falah. (Foto: Dok. istimewa/DW)

"Kami dari Fraksi PDIP, bermaksud menyerap langsung aspirasi masyarakat khususnya di dunia pendidikan menjelang penerapan New Normal. Hari ini kita ke Ponpes Al Falah dan SMP Kristen 4, untuk mendengar dan melihat persiapan jelang tahun ajaran baru di masa Pandemi Covid-19 ini," paparnya.

Teddy, saat melakukan kunjungan kerja di dampingi oleh H.M. Kemat, S.Sos., Sarmin, S.Pd., Fardhila Retno Herdhini, S.E., Bagas Aryanto, S.P., Bonar Novi Priatmoko, S.H., dan Dra. Novia Praptiningsih. Kedatangan rombongan Fraksi PDIP DPRD Salatiga di Ponpes Al Falah di Jalan Bima, Grogol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, diterima oleh Hj. Latifah Zoemri,  istri dari mendiang Almukarrom KH. M Zoemri RWS, di ruang tamu ponpes Al Falah.

Setelah sesaat beramah tamah dengan Hj. Latifah Zoemri, Teddy beserta anggota Fraksi PDIP, mendengarkan aspirasi pengurus ponpes Nur Khozin yang tidak lain adalah salah satu putra alm. KH. M Zoemri RWS. Nur Khozin menyatakan bahwa selama pandemi Covid-19 melanda, para santri di Ponpes Al Falah harus menerapkan protokol kesehatan dikala berada di lingkungan ponpes dan saat berinteraksi dengan masyarakat.

"Kami telah menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari munculnya kluster pesantren seperti yang ada di kota - kota lain. Untuk santri yang akan masuk ke pesantren, dari maklumat bu Nyai, santri harus dikarantina dulu di rumahnya selama 14 hari. Saat akan ke sini harus diantar orang tuanya, tidak boleh naik kendaraan umum. Sampai di sini, akan didampingi oleh pengurus puskestren (puskesmas pesantren-red)," ungkapnya.

Syarat Mengikuti Kegiatan Ponpes

"Bila dari zona hijau para santri tidak mengalami kesulitan tentang syarat administratif. Namun dari zona merah seperti Temanggung dan Grobogan, kemarin ada yang tidak mendapat surat ijin dari daerah ya, kami belum terima," imbuhnya.

Masih dari penjelasan Nur Khozin, di Ponpes Al Falah telah dibuat alur penerimaan santri menjelang tahun ajaran baru. Santri sebelum diantar orang tua harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Diantar orang tua sampai gerbang, selanjutnya dilakukan pengecekan suhu badan, bila suhu badan diatas angka wajar (37,5° C),  santri diminta pulang untuk menjalani karantina mandiri lagi di rumahnya, bila kurang dari itu, diperbolehkan masuk, dengan melewati bilik penyemprotan disinfektan.

"Selepas melewati box disinfektan, santri diwajibkan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir lalu, memasuki ruang screening kesehatan dan pemeriksaan berkas. Bila screening dan berkas, dinyatakan Ok, santri diminta membersihkan diri dan masuk ke ruang karantina ponpes selama 14 hari, sebelum menjalani kegiatan Ponpes dengan tatanan baru. Bila screening dan berkas kurang, Ok, santri dikembalikan lagibke orang tua, untuk menjalani karantina mandiri di rumahnya selama 14 hari," jelasnya.

Nur Khozin berharap dukungan dari pemerintah untuk memberikan pendampingan kepada para pengurus ponpes Al Falah yang mendampingi santriwan/santriwati lebih kurang 430 orang.

"Untuk poskestren kemarin telah mengadakan alat pendeteksi suhu dari iuran para santri. Dari Puskesmas Kalicacing juga telah melakukan kunjungan secara rutin di puskestren. Namun, bila ada dukungan tambahan seperti pengadaan vitamin, APD, ataupun bantuan lainnya, kami akan lebih senang lagi, syukur - syukur dari Fraksi PDIP dapat membantu memperjuangkan aspirasi kami dari pesantren ke Pemkot Salatiga," ujar Nur Khozin.

Kebutuhan Ponpes Jelang New Normal

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Nur Khozin, H.M. Kemat selaku Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Salatiga, meminta pengurus pesantren Al Falah untuk melakukan pendataan kebutuhan ponpes di masa Pandemi Covid-19 dan mengajukan surat ke Pemkot Salatiga dengan tembusan ke DPRD Salatiga.

Selepas mendengar seluruh penjelasan Teddy mengajak rombongan dan pengurus Ponpes untuk melihat Puskestren.

Kepada awak media, Teddy menyampaikan, "Kunjungan ini juga untuk mengenang KH. Zoemri yang nasionalis religius, beliau seperti bapak kita, kami mengenang beliau agar tidak putus oyote (akar-red). Dengan anggaran penanganan Covid-19 di Kota Salatiga, sebanyak Rp 53 miliar, semoga dapat mengcover kebutuhan ponpes. Dan kami mohon maaf baru kali ini turun langsung ke pesantren, dan saya kira yayasan - yayasan non formal ini adalah pendukung bangsa yang berdiri mandiri, kita harus dukung itu," ungkap Teddy.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, H.M. Kemat menyatakan bahwa kunjungan ke ponpes dan yayasan - yayasan pendidikan oleh FPDIP, melalui tahapan - tahapan.

"Ini sudah melalui tahapan - tahapan, karena kemarin kan para santri juga masih libur. Kami dari FPDI Perjuangan, berusaha menyapa dan memperjuangkan kebutuhan sarpras ponpes. Seperti tadi yang dibutuhkan, ada Hand Sanitizer, masker, dan alat lain serta kebutuhan makanan termasuk sembako. Kita akan melihat data dulu dari Ponpes, dan kami akan berusaha memperjuangkannya. Kami tidak akan membeda - bedakan, selama itu untuk masyarakat, kami akan berusaha," paparnya.

Saat ditanya wartawan terkait kunjungan ini apakah ada kaitannya dengan proses pilkada 2 tahun mendatang, Kemat menyatakan tidak ada kaitan kunjungan ini dengan pilkada.

"Kami selalu bekerja untuk masyarakat Salatiga, tidak terkait hanya karena ada Pilkada," tandasnya.

Melanjutkan ucapan Kemat, terkait data kebutuhan Ponpes Al Falah selama Covid-19 dan jelang new normal, Nur Khozin menyampaikan, "Untuk kebutuhan sarpras kami membutuhkan perbaikan toilet dan sarana prasarana air. Sarpras pendukung di ruang karantina yang saat ini baru ada 4, dan akan kami tambah secara bertahap," ucap Nur Khozin.

Pihaknya, saat ini sangat membutuhkan pendampingan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga, khususnya untuk selalu memonitor kondisi kesehatan santri saat ada di ruang karantina, pungkas Nur Khozin. (Darwanto/Red)