Dampak Pandemi Covid-19, Demi Jaga Kebugaran Badan Pemain Proliga Ikuti UNTUKan

Iklan Semua Halaman

Dampak Pandemi Covid-19, Demi Jaga Kebugaran Badan Pemain Proliga Ikuti UNTUKan

Sunday, June 21, 2020
Jalannya turnamen antar desa (UNTUKan) di Dusun Pasren, Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Minggu (21/06/2020). (Foto: Dok. istimewa/IS)

PURBALINGGA, Beritaglobal.Net - Dampak pendemi Covid-19 membuat banyak agenda turnamen olah raga, khususnya bola voli di penjuru negeri ini  mengalami penundaan, dari jadwal yang sudah direncanakan.

Hampir 4 bulan ini tidak ada sama sekali, turnamen yang terselenggara baik itu antar desa, hingga turnamen nasional bahkan internasional. Setelah adanya penerapan pola hidup baru dimasa Pandemi Covid-19 (new normal-red), di Kabupaten Purbalingga, tepatnya di Dusun Pasren, Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, mengadakan UNTUKan (turnamen antar desa) bola voli yang bertajuk menjalin silaturahmi antar pemain bola voli di Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya, Minggu (21/06/2020).

Tak ayal, dalam pantauan beritaglobal.net, masyarakat Kabupaten Purbalingga yang telah merindukan UNTUKan, mendapat hiburan yang sangat menarik setelah hampir 4 bulan menjalani himbauan pemerintah untuk tetap dirumah saja.

Saat dikonfirmasi beritaglobal.net, koordinator acara, Ibnu Wibisono (39) atau yang lebih akrab disapa Tomo, menyampaikan bahwa ada 18 team bola voli di Kabupaten Purbalingga yang turut berpartisipasi di kegiatan ini.

"Dalam UNTUKan kali ini, ada 18 team bola voli di Kabupten Banjarnegara yang berpartisipasi," ungkapnya.

"Team bola voli yang ikut meliputi club Bhayangkara Polres Purbalingga, club Bambang Plastik, Vorema, Ivoka dan Pasvor, sebagai tuan rumah serta team lokal lainya," kata Tomo.

Dari animo masyarakat, club voli Ivoka di favoritkan menjadi juara, pasalnya team ini mendatangkan pemain bintangnya yaitu Aldy Azhar dan Evan Nur Hidayat dari club Yuso Sleman, serta ada juga pemain proliga yang pernah membela club Jakarta Garuda, Tedi Oka Syahputra.

Dirinya sangat berterima kasih atas partisipasi peserta team dan para penonton yang begitu antusias, namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Saya tidak menduga akan semeriah dan seramai ini. Padahal acara kali ini bukan acara resmi PBVSI, tetapi antusiasnya sangat luar biasa," imbuhnya.

Tomo berharap semoga di awal era new normal ini, pelaksanaan UNTUKan dapat mengawali aktivitas masyarakat kembali seperti sebelum Pandemi Covid-19, melanda, tentu saja dengan tetap berpedoman pada setiap himbauan pemerintah untuk mengenakan masker, menjaga jarak dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Kami hanya mengawali, semoga kedepannya lebih semarak lagi dengan tetap di setiap pelaksanaan kegiatan turnamen olah raga mengikuti protokol kesehatan. Kita semua menjadi lebih disiplin dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat," jelas Tomo.

Tidak lupa, Tomo berterimakasih kepada para pemuda - pemudi Dusun Pasren yang sudah meluangkan waktunya, guna mensukseskan acara ini, pungkasnya.

Gelaran UNTUKan yang dimulai dari sekira pukul 10.00 WIB pagi dengan sistem gugur, baru memasuki babak semi final pada pukul 22.00 WIB, dimana team yang berhasil maju ke semi final diantaranya Vorema melawan Ivoka.

Pada pertandingan ini, keluar sebagai pemenang adalah club bola voli Ivoka yang diperkuat pemain bintang, dengan dua set langsung.

Sementara itu, dipertandingan semifinal lainnya yang tidak kalah seru, tuan rumah club Pasvor berhadapan dengan club Lavoba. Pasvor dengan bermaterikan pemain dari Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purbalingga, menang telak di dua set pertandingan.

Putaran final, dimulai pada sekira pukul 23.45 WIB, dengan mempertemukan club bola voli tuan rumah melawan club bola voli Ivoka.

Supri (43), salah satu penonton yang mengikuti jalannya pertandingan dari babak penyisihan hingga babak final, menyampaikan, "Duel di babak final antara tuan rumah Pasvor melawan Ivoka, terjadi jual beli serangan dari set awal hingga akhir. Sayangnya tuan rumah Pasvor belum bisa mengimbangi permainan club Ivoka yang dipenuhi pemain berpengalaman," ungkapnya.

Namun demikian, dirinya mengaku puas dengan suguhan UNTUKan untuk pertama kalinya setelah Pandemi Covid-19 melanda.

"Club yang menang, dapat hadiah uang pembinaan mas. UNTUKan di Purbalingga, hadiah tidak dipersoalkan, tapi lebih pada pencarian bibit - bibit pemain bola voli yang berkualitas. Disamping itu, para pemuda menjadi lebih memiliki kegiatan yang positif untuk mencapai prestasi, seperti mas Aldy Azhar, Evan Nur Hidayat dan Tedi Oka Syahputra," tandas Supri. (Iwan Setiawan)