FPDIP Serius Dorong DPRD Kota Salatiga Bentuk Pansus, Bongkar Siapa Dalang Makelar Penerimaan CPNS di Kota Salatiga yang Tipu Masyarakat

Iklan Semua Halaman

FPDIP Serius Dorong DPRD Kota Salatiga Bentuk Pansus, Bongkar Siapa Dalang Makelar Penerimaan CPNS di Kota Salatiga yang Tipu Masyarakat

Saturday, June 20, 2020
Ilustrasi praktik makelar penerimaan CPNS di Kota Salatiga. (Foto: ilustrasi.net)

SALATIGA, Beritaglobal.net - Setelah melepas uang hingga senilai ratusan juta rupiah, dan akhirnya tidak kunjung mendapat kepastian, korban penipuan berkedok penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hanya bisa pasrah. Nasib mereka bertambah nahas, pasalnya harapan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kandas ditengah jalan.

Keadaan ini, seperti dialami oleh keluarga DCP, warga Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Kepada wartawan belum lama ini DCP mengungkapkan, awal mula kejadian menimpanya pada saat ia bermaksud untuk mencarikan pekerjaan adiknya RDD. Pada waktu itu yakni sekitar tahun 2013, DCP mencoba mendaftarkan melalu SM karena di anggap orang berpengaruh dan bisa membantunya.

"Alasan mendaftar melalui SM karena saya anggap dia orang berpengaruh. Dulu setau saya SM masih aktif di RSU Salatiga. Saya ikut sama salah satu teman yang juga mau daftar CPNS. Maka waktu itu  saya juga ikut mendaftarakan adik saya. Dan waktu itu teman saya keponakannya ada dibagian struktural RSUD," kata DCP.

Diungkapkanya, awalnya saya berfikir tidak memakai biaya. Namun setelah bertemu dan berbincang dengan SM disampaikannya jika ingin lolos masuk CPNS harus melengkapi berbagai syarat adminitrasi serta menyetor sejumlah uang.

"Awalnya ragu, namun karena SM ini menjamin bisa terpaksa kami serahkan uang. Setelah menyeragkan uang selanjutnya kami dijanjikan oleh SM jika adik saya dan adi teman saya pasti lolos CPNS,"beber DCP.

Dijelaskan DCP, awalnya kami menyerahkan uang sebesar Rp 116.500.000 sesuai permintaan SM dengan dalih untuk proses. Adapun uang tersebut kami serahkan pada hari Minggu 30 Juni 2013 di wilayah Tegalrejo.

Setelah menyerahkan sejumlah uang yang diminta, oleh SM dibuatkan surat kesepakatan bersama yang point isinya jika SM akan memberikan bimbingan teknis dan uang yang diserahkan adalah sebagai uang titipan serta akan dikembalikan jika maksud yang dijanjikan untuk bisa lolos CPNS.

"Saya langsung percaya begitu aja dengan janji janji SM tanpa merasa curiga. Karena apa yang disampaikan meyakinkan dan SM juga berjanji akan mengembalikan jika apa yang dijanjikan tidak berhasil," jelas DCP.

Diterangkan DCP, Dana yang diminta oleh SM pun kami serahkan secara bertahap. "Saat penyerahan uang saya hanya mendampingi adek saya, dan saat penyerahan dana kami serahkan bertiga, saya mendampingi adik, dan satu orang lainya yang juga ingin ikut seleksi CPNS," ungkapnya.

Ditambahkannya, setelah sejumlah uang yang diminta oleh SM dipenuhi, kembali SM meminta sejumlah uang lagi dengan dalih untuk membayar berbagai test.

"Saat adik saya dipanggil oleh SM dengan berbagai alasan, kembali dimintai uang hingga jumlah keseluruhan mencapai Rp 151.250.000," katanya dengan gamblang.

Namun setelah sejumlah uang disetorkan, apa yang dijanjikan SM untuk lolos dalam mengikuti seleksi CPNS tahun 2013 hanya janji belaka.

"Dan hingga saat ini SM tak pernah menepati janjinya. Bahkan dalam surat pernyataan bersama jika apa yang dijanjikan tak dipenuhi akan mengembalikan semua uang yang disetorkan, juga tak ditepati. Bahkan saat ditagih selalu beralasan hingga saat ini," papar DCP.

"Hingga saat ini saya masih menunggu itikad baik. Namun jika tidak ya terpaksa akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, dan akan melapor ke Polda Jateng," tandasnya.

Terpisah, menyikapi kondisi warga Kota Salatiga yang diduga menjadi korban penipuan penerimaan CPNS oleh SM, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga M. Teddy Sulistio, S.E., menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong pembentukan panitia khusus (Pansus) di DPRD Kota Salatiga, guna mengungkap dalang dibalik dugaan praktek penipuan penerimaan CPNS di Kota Salatiga untuk memberikan contoh tata kelola pemerintahan yang bersih.

"Kami Fraksi PDI Perjuangan Kota Salatiga mewacanakan pansus terkait korban penipuan, dan kami serius!" kata Milhous Teddy Sulistio SE, Ketua Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) DPRD Kota Salatiga saat dihubungi beritaglobal.net.

Teddy menuturkan, korban jangan takut melaporkan kasus penipuan ke kepolisian atau ke pansus.

Ketika disinggung mengenai pelaku SM yang sudah beberapa kali diadukan ke aparat penegak hukum namun masih bebas, Tedy mengungkapkan, "Dia gak sendirian bermain,,hahaha,, makanya ngambang terus," cetus Teddy.

Ditambahkan Teddy, alasan yang mendasari pihaknya mewacanakan pansus dengan tujuan dengan adanya pansus korban tidak sungkan untuk terbuka.

"Siapa tahu dengan pansus tersebut korban mau terbuka, sehingga lembaga ini ada keberpihakan kepada rakyat," pungkas Teddy.(Agus Subekti/Red)