GEMAAS, 'Saatnya yang Muda Berkarya Bukan Hanya Bicara'

Iklan Semua Halaman

GEMAAS, 'Saatnya yang Muda Berkarya Bukan Hanya Bicara'

Sunday, June 14, 2020
Sigro Pramantiyo selaku Pembina GEMAAS dan Kepala Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, dipeluk haru oleh nenek Saijem, saat melakukan kegiatan sosial di Dukuh Bayur, Minggu (14/06/2020). (Foto: Dok. istimewa/IS)

Banjarnegara, beritaglobal.net - Dimasa sulit sekarang ini masih banyak orang yang mau berbagi dan peduli kepada sesama, terutama untuk anak yatim dan orang yang kurang mampu. Salah satu organisasi yang terbentuk 1 tahun yang lalu oleh sekelompok pemuda - pemudi di Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara bernama GEMAAS yang dibina oleh Kepala Desa Somawangi, yang tidak lain adalah Sigro Pramantiyo.

Saat dikonfirmasi beritaglobal.net, disela kegiatan sosial pada hari Minggu (14/06/2020), Ketua GEMAAS Sodikin (31) menceritakan awal mulanya berdirinya GEMAAS.

"Itu (pendirian GEMAAS-red) berawal dari seringnya kita berkumpul dan kami tidak punya wadah akhirnya kami membentuk paguyuban bernama GEMAAS singkatan dari Generasi Muda Anak - Anak Somawangi dan dideklarasikan pada tanggal 6 Juni 2019," ungkapnya.

Anggota Generasi Muda Anak - Anak Somawangi (GEMAAS), berfoto bersama usai melakukan kegiatan sosial. (Foto: Dok. istimewa/IS)
"Ini ide kita bareng - bareng, yang bermula dari grup WA. Tapi tidak ada nama grup dan kami melihat adanya permasalahan sosial yang tidak tertangani oleh desa, akhirnya kami membetuk GEMAAS," jelas Sodikin.

Ditambahkannya, pendirian GEMAAS bertujuan untuk kegiatan sosial berbasis gotong - royong.

"Kegiatan kami adalah menyantuni anak yatim dan orang kurang mampu di wilayah Desa Somawangi kususnya, Kecamatan Mandiraja pada umumnya," urai Sodikin.

"Untuk kedepanya kalau kita mampu mau mengadakan perbaikan rumah yang kurang layak huni," harap Sodikin mewakili rekan - rekannya di GEMAAS.

Dana yang terkumpul untuk menunjang kegiatan sosial GEMAAS, adalah dari iuran setiap anggota sebesar Rp 10 ribu, manakala mereka mengadakan pertemuan bulanan.

"Dana terkumpul dari iuran per anggota sebesar Rp 10 ribu, syukur - syukur lebih. Kami juga membuka kesempatan bagi para donatur yang mau berbagi kepada kaum duafa melalui kegiatan sosial kita," ungkapnya.

Sodikin berharap GEMAAS bisa diterima masarakat di Desa Somawangi dan Kecamatan Mandiraja.

"Syukur bisa diterima juga di Kabupaten Banjarnegara. Kami mengajak para generasi muda untuk saling berbagi dikegiatan sosial yang bertajuk 'Saatnya yang Muda Berkarya Bukan Hanya Bicara'.

Salah satu anggota GEMAAS, Afik (27), mengaku sangat senang bisa bergabung bersama teman - teman.

"Banyak manfaat yang saya petik di GEMAAS bisa tahu dan merasakan. Ternyata masih banyak masyarakat yang kurang mampu diluar sana dan saya siap ikut berbagi," kata Afik.

Salah satu dampak dari kegiatan positif para pemuda di Desa Somawangi dan betul dirasakan oleh nenek Saijem (70), yang tinggal di Dusun Bayur RT 05 RW 07, Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.

Dari aktivitas sosial GEMAAS dirinya banyak terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari - hari. Hingga dalam pantauan beritaglobal.net, Minggu (14/06/2020), nenek Saijem, memeluk haru pembina GEMAAS.

"Matur suwun sanget nggih Pak Lurah bantuanipun, mugi - mugi GEMAAS sukses kados panjenengan," ucapnya lirih sambil mengusap air mata haru. (Iwan Setiawan)