Inovatif : Mahasiswa KKN UNS Ubah Limbah Jadi Berkah -->

code ads


Inovatif : Mahasiswa KKN UNS Ubah Limbah Jadi Berkah

Monday, June 29, 2020
Winda Puspita Dewi, mahasiswa KKN Covid 19 Universitas Sebelas Maret adakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair bersama Kelompok Tani Sendang Tliko, Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Blora, Senin (29/06/2020). (Foto: Dok. pribadi/Hamida)

BLORA, Beritaglobal.Net - Bantu tingkatkan kapasitas petani, Mahasiswa KKN UNS adakan pelatihan, salah satunya Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Nasi Basi. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Senin siang (29/06/2020), di kediaman Ketua RT 002 RW 001 Dusun Sendang Tliko, Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

Hadir dalam pelatihan tersebut Kepala Desa Mojorembun dan 4 orang yang tergabung dalam Kelompok Tani Sendang Tliko. Pelatihan ini dilaksanakan karena melihat fenomena yang terjadi di masyarakat, bahwa mereka belum optimal dalam pengolahan limbah terutama limbah nasi basi. Masyarakat secara umum hanya memanfaatkan limbah nasi basi sebagai pakan hewan ternak saja, serta masih rendahnya penggunaan pupuk organik dalam budidaya tanaman.

Pemateri, Winda Puspita Dewi yang merupakan mahasiswa KKN UNS sendiri ini, menjelaskan cara mengubah limbah nasi basi menjadi pupuk organik cair beserta bahan yang dibutuhkan; nasi basi dan cairan gula. Selain itu, pemateri juga menjelaskan ciri - ciri keberhasilan pembuatan pupuk organik sampai dengan cara penggunaan dari pupuk organik cair tersebut.

“Gula digunakan sebagai makanan untuk perkembangan mikroorganisme yang terkandung dalam nasi, sedangkan nasi basi dimanfaatkan sebagai starter (kultur mikroorganisme) pembuatan pupuk organik cair," jelasnya.

Sumito, Ketua Kelompok Tani Sendang Tliko, menceritakan bahwa ia dan warga anggota kelompok lainnya belum pernah mengikuti ataupun mendapatkan pelatihan tentang pembuatan POC dari limbah nasi basi sebelumnya.

“Pelatihan yang pernah saya ikuti adalah pembuatan pupuk organik padat, sedangkan pembuatan pupuk organik cair belum pernah mengikuti, termasuk dari bahan baku limbah nasi basi. Saya ikuti baru kali ini," tuturnya.

Moch Syaifudin Zuhri, Kepala Desa Mojorembun, berharap adanya pelatihan pembuatan POC dapat menjadikam petani bisa memproduksi POC sendiri, mengingat harga pupuk kimia yang sangat mahal.

Selain itu, dengan adanya POC ini bisa membantu dalam menekan jumlah pengeluaran biaya operasional dalam berusaha tani.

“Harapannya, setelah pelatihan pembuatan pupuk organik cair ini, selanjutnya kita bisa membuat demplot atau kebun percontohan untuk melihat dampak yang dihasilkan dari tanaman setelah diberi pupuk organik cair tersebut,” tambah Kepala Desa yang sudah dua periode menjabat itu. (Okta/Red)