P4S Artha Tani Banjarnegara, Beranggotakan Petani Peternak Luar Biasa Dengan Salah Satu Produk Unggulannya Kolam Ikan Sistem Bioflok

Iklan Semua Halaman

P4S Artha Tani Banjarnegara, Beranggotakan Petani Peternak Luar Biasa Dengan Salah Satu Produk Unggulannya Kolam Ikan Sistem Bioflok

Thursday, June 25, 2020
Sadono, saat menunjukkan kolam ikan lele dengan sistem bioflok miliknya. (Foto: Dok. istimewa/Iwan-Beritaglobal.Net)

BANJARNEGARA, Beritaglobal.Net - Kondisi perekonomian dirasakan kurang berpihak pada sebagian masyarakat di Indonesia, namun demikian, kreatifitas dan daya tahan anak bangsa dalam melewati setiap krisis sudah teruji. Sulitnya lapangan pekerjaan, yang diibaratkan mencari jarum di tumpukan jerami, mendorong sebagian orang mencoba peruntungan membuka usaha mandiri.

Adalah Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Artha Tani, yang memiliki kantor sekretariat di Jalan Raya Susukan tepatnya di depan SD Negeri 1 Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Menjadi salah satu kelompok masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Banjarnegara, yang mencoba memberdayakan potensi sumber daya alam dan manusia di daerah seiktarnya, untuk lebih berdaya menghadapi tantangan jaman.

Bila sebelumnya, Ketua P4S Artha Tani Sunarko, S.P., menceritakan tentang metode jajar legowo parit keliling plus (Jarwo Riting Plus), kini giliran salah satu anggota P4S Artha Tani, Sadono (48), yang bertempat tinggal di Desa/Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, bercerita tentang inovasi Bio Flog pada peternakan ikan lele miliknya, saat beritaglobal.net, bertandang ke kediamannya, Kamis (24/06/2020).

Keterbatasan fisik, tidak menyurutkan tekad Sadono, untuk terus berkarya memberikan sumbang sih nyata bagi kemajuan ekonomi masyarakat di daerah tempat tinggalnya.

Menurut Sadono, teknologi bio flok memiliki prinsip dasar memanfaatkan aktivitas mikroorganisme/bakteri pembentuk gumpalan/flok yang bisa menghasilkan pakan untuk ternak lele itu sendiri. Selain itu lebih menghemat ruang bila peternak tidak memiliki lahan yang cukup luas.

Teknologi Bioflok

"Bio flok terdiri dari dua suku kata yaitu bio dan flok. Bio adalah hidup, flok itu gumpalan, gumpalan kotoran ikan akan menjadi plangton. Plangton inilah yang nantinya akan dimakan ikan," ungkap Sadono membuka percakapan.

"Tujuan dari pengembangan bio flok ini tidak lain adalah untuk evisiensi pakan, dan juga ruangan," imbuh Sadono.

Menurut pengalamannya, dengan metode bio flok, dirinya dan peternak ikan lele lainnya dapat menghemat pakan sekitar 60% hingga 70%, dari pada kolam konvensional. Bio flok yang dikembangkannya menggunakan sistem kolam bundar dan agak tinggi.

"Kolam berukuran diameter lebih kurang 3 meter mampu menampung hingga 3 ribu ekor lele," katanya.

Dijelaskannya, pada dasar kolam, dengan sistem bioflok, dipasang pipa yang akan berfungsi sebagai jalan keluar kotoran lele yang mengendap di dasar kolam.

"La ini yang perlu diperhatikan mas, saat proses pembuangan kotoran lele harus diikuti dengan penambahan air, sehingga kolam tidak akan mengering. Kotoran yang dikeluarkan tersebut dapat digunakan sebagai pupuk organik dan sumber pakan bagi lele tersebut," jelas Sadono.

Pengairan

Untuk air kolam bioflok yang ideal adalah 80 - 100 cm dan pada hari kedua setelah diisi air, maka perlu memasukkan probiotik 5 ml per meter kubik. Pada hari ketiga, masukkan prebiotik molase 250 ml per meter kubik. Setelah itu, pada malam harinya, taburkan dolomite 150-200 gram per meter kubik, papar Sadono.

"Probiotik adalah jenis bakteri yang bersifat baik yang akan berfungsi sebagai bahan pakan lele. Sedangkan Prebiotik adalah makanan untuk Probiotik," jelas pria yang ramah dan selalu terbuka untuk berbagi cara - cara beternak ikan lele yang efektif.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Uwiku ini telah membantu mengembangkan setidaknya 2 kelompok peternak ikan lele. Sementara itu, dirinya mengelola 12 unit, kolam ikan lele dengan sistem bioflok.

Sementara itu, secara terpisah, Sunarko menyampaikan, kolam ikan air tawar sistem bioflok sendiri merupakan salah satu yang dikembangkan oleh P4S Plus.

"P4S Plus kami memiliki beberapa hal yang dikembangkan, diantaranya: pembuatan pupuk organik, pestisida organik POC. Budidaya padi dengan sistem Jarwo Riting Plus, pembudidayaan jagung dan kedelai," terang Sunarko.

Dari hasil pembuatan pupuk organik, kelompok tani dibawah binaan P4S Artha Tani, dapat membudidayakan tabulampot dan cara cepat membuahkan tanaman walau ditanam di dalam pot.

Dari pengembangan teknologi pupuk ini pula, anggota P4S Artha Tani, mengembangkan penanaman sayur dengan sistem hidroponik dan polibag.

"Dibidang peternakan ikan air tawar ya, seperti yang dikelola mas Sadono. Ternak ikan lele dengan sistem bioflok. Kami juga sedang mengembangkan sistem tumpangsari perikanan dengan menanam sayur dengan metode aquaponik," jelasnya. (Iwan S)