'Parlemen Jalanan' Tunggu Tanggapan Bupati Temanggung Untuk Audiensi Terkait Penanganan Covid-19 -->

code ads


'Parlemen Jalanan' Tunggu Tanggapan Bupati Temanggung Untuk Audiensi Terkait Penanganan Covid-19

Monday, June 29, 2020
Anggota Parlemen Jalanan Kabupaten Temanggung seusai melakukan rapat di Dusun Paingan, Kelurahan/Kecamatan Purworejo, Kabupaten Temanggung. (Foto: Dok. istimewa/Rtm)

TEMANGGUNG, Beritaglobal.Net - Berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat Temanggung, 'Parlemen Jalanan', terbentuk menjadi wakil masyarakat dalam menyampaikan keluhan dan keresahan warga, terkait penanganan penyebaran Covid-19. Parlemen Jalanan di Kabupaten Temanggung, diisi oleh berbagai perwakilan organisasi masa dan lembaga swadaya masyarakat, yang telah terbentuk satu bulan lalu.

Pada hari Minggu (28/06/2020), tidak kurang dari 50 orang anggota Parlemen Jalanan, mengadakan rapat kerja di Dusun Paingan, Desa/Kecamatan Purworejo, Kabupaten Temanggung, dengan agenda membahas tindak lanjut surat mereka ke Bupati Temanggung bernomor 005/DPP-PJ/23/VI/2020 tentang Permohonan Audiensi yang telah mereka buat dan dikirim ke Bupati Temanggung tanggal 26 Juni 2020.

"Kami merupakan wakil masyarakat yang peduli keadaan di Temanggung. Saat terjadi pandemi ini, banyak keluhan dan keresahan dari warga. Selain itu timbul ketakutan masyarakat dalam menghadapinya. Parlemen Jalanan untuk kemanusiaan, dan normalisasi Kabupaten Temanggung saat pandemi atau pasca pandemi, dan mengawal dana anggaran yang sudah dikeluarkan untuk menangani pandemi. Kita mengantisipasi jika terjadi penyimpangan - penyimpangan dana tersebut. Kami terdiri dari organisasi masyarakat (Ormas), LSM dan tokoh masyarakat," tutur Faisal, A.P., selaku Ketua Parlemem Jalanan.

"Tindakan nyata yang akan kami lakukan dalam waktu dekat ini adalah audiensi dengan dinas terkait. Wabah yang tengah terjadi sekarang ini cukup menjadikan keresahan dan ketakutan masyarakat. Sehingga timbul keprihatinan kami," imbuhnya.

Dirinya menyampaikan, bahwa anggota Parlemen Jalanan, lebih memilih jalur dialog dan menghindari demonstrasi dalam menyuarakan keluhan masyarakat kepada Pemkab Temanggung, papar Faysal seusai pelaksanaan rapat kepada awak media, Minggu (28/06/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Saidah salah satu anggota menjelaskan, "Parlemen jalanan merupakan wadah dari berbagai elemen untuk menyampaikan aspirasi warga. Kami lebih menyoroti masalah sosial dan kemanusiaan. Kedepannya bukan hanya masalah pandemi saja yang menjadi sorotan kami, tapi segala bentuk permasalahan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat," katanya.

Disinggung apakah Parlemen Jalanan ini ada unsur politik, Hendri yang juga menjadi anggota Parlemen Jalanan memberikan penjelasannya, bahwa adanya Parlemen ini lebih memperhatikan masalah sosial dan kemanusiaan. Tidak ada unsur politik di dalamnya, kami merupakan wakil rakyat dalam menyampaikan keluhan rakyat. Menghadapi pandemi ini kami berharap masyarakat lebih cerdas mensikapi dengan tetap melaksanakan apa yang sudah menjadi anjuran pemerintah," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut baik dari Parlemen Jalanan maupun Pemkab Temanggung tentang isi surat Permohanan Audiensi kepada Bupati Temanggung. (Ratmaningsih)