Tak Menyangka Jika Ayah Dari Anaku Adalah Jin, Ini Kisahku? -->

code ads


Tak Menyangka Jika Ayah Dari Anaku Adalah Jin, Ini Kisahku?

Sunday, June 7, 2020
KISAHNYATA,beritaglobal.net - Didunia ini Allah SWT menciptkan makluk tak hanya manusia, binatang dan tumbuhan saja. Perlu kita ketahui, bahwa didunia ini kita juga hidup berdampingan dengan makhluk astral, salah satunya adalah jin.
Seperti halnya manusia, jin juga bisa merasakan jatuh cinta, bahkan juga juga mencintai manusia. Fakta itu juga dibenarkan oleh sejumlah tokoh ahli hikmah juga di benarkan.

Sebagai informasi, Jin adalah segolongan mahluk ciptaan Allah SWT. Keberadaan jin bagi kehidupan manusia tidaklah asing, karena pada hakikatnya keberadaan mereka memang ada. Keberadaan mereka ini di tulis dalam Alquran dan Hadist Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Allah SWT berfirman, “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Q.S. Al Hijr : 27).

Allah SWT juga berfirman, “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Q.S. Ar Rahman : 15).

Dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim, dari ‘Aisyah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari nyala api. Adam diciptakan dari apa yang telah ada pada kalian.” (HR. Muslim no. 2996).

Dengan adanya dalil tersebut jelaslah jin memang tercipta dan mereka hidup dikalangan manusia. Mengenai hidup dan kehidupan mereka hampir sama dengan manusia, mereka juga makan dan minum seperti manusia. Mereka juga sekolah dan beragama, ada yang islam ada juga yang kristen ataupun budha dan lain sebagainya.

Namun walaupun pada kenyataan hidup dan kehidupan mereka ini sama seperti manusia, akan tetapi terdapat perbedaan sedikit dari kesamaan ini. Seperti misalnya bentuk dan rupa mereka, jika manusia memiliki telinga, organ, hidung, telinga dan lainnya maka demikian samalah juga mereka namun terdapat sedikit perbedaan saja.

Misalnya telinga. Telinga mereka agak sedikit memanjang seperti telinga kuda ataupun kucing. Itulah sebabnya mengapa di dalam Alquran ataupun keterangan hadist terkadang antara jin dan manusia selalu disamakan dalam satu teks dalil, seperti Allah berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Q.S. Adz Dzariyat: 56)

Pada ayat yang lain Allah juga menghubungkan kesamaan manusia dan jin dalam satu ranah yang sama seperti di atas di dalam surat Al-An’am ayat 112, 128, dan 130, surat Al’Araf  ayat 38, dan 179, Surat Hud ayat 119, Surat Al-Isra ayat 88 dan pada ayat yang lainnya.

Mengenai nama dan jenis-jenis jin sendiri, mereka juga memiliki tingkatan masing-masing, ada yang rendah ada juga yang tinggi, ada yang lemah dan ada juga yang kuat. Dalam hal ini sama halnya juga seperti manusia.

Namun yang menjadi pertanyaan kita adalah, apakah jin dan manusia memiliki hubungan secara komunikasi ataupun mungkin saling menjadi teman antara keduanya ?

Adapun jawabannya adalah “Benar”, bahwa jin memang memiliki suatu hubungan dengan manusia. Adakalanya hubungan pada jalan yang merusakkan dan menyesatkan ataupun hubungan yang mengarah kepada kebaikan. Jin sama seperti manusia, mereka juga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak, oleh karenanya jin yang baik disebut dengan jin muslim dan jin yang tidak baik adalah jin kafir.

Terkadang jin yang baik akan bergaul dengan jin yang baik pula, bahkan tidak jarang terkadang mereka juga mencari teman yang baik dari kalangan manusia yang baik, maka demikian jugalah sebaliknya. Jin yang jahat akan mecari teman sesama jin ataupun manusia yang jahat pula. Jin inilah yang disebut dalam islam sebagai “Jin Qarin”, yaitu jin pengikut manusia.

Dengan dasar itu, beritaglobal.net mendapati informasi jika ada sesok gadis yang dicintai sebangsa jin hingga hamil dan melahirkan anak dan diberi nama Cawas.

Mencoba menelusuri informasi tersebut, akhirnya beritaglobal.net bertemu dengan gadis tersebut di rumahnya yang berada di kawasan lereng Gunung Merapi Kabupaten Magelang.

Mengawali perbincangan, gadis bernama Karti (39) itu setelah berkenalan dengan beritaglobal.net menawarkan secangkir kopi. "Saya bikinkan kopi dulu ya, biar perbincangannya lebih akrab,"tutur dia.

Setelah secangkir kopi disungguhkan Karti mulai bercerita atas apa yang pernah dia alami 15 tahun silam.

Peristiwa yang tak pernah disangka itu terjadi tepat pada tanggal 1 Muharam/Suro sekitar tahun 2005. Kala itu , saat hari menjelang petang dirinya tengah pulang dari kebun. Saat dalam perjalan, tepatnya dibawah pohon besar ada sosok pria yang sangat tampan dan mempesona menghampirinya.

"Saat saya berjalan, pria itu menghampiri saya. Dia menyapa, waktu menjelang malam begini kok masih dikebun. Memangnya tidak takut. Namamu siapa, begitu kata pria tersebut. Lalu saya menjawab, nama saya Karti mas, kamu siapa. Pria itu menjawab, namaku Arya Pasuji. Setelah berkenalan, kami sedikit berbincang, setelah itu saya pulang. Sebelum saya pulang, dia mengatakan, besok ketemu lagi ya Karti, kalau bisa agak malam. Setelah itu saya pulang mas,"tutur Karti kepada beritaglobal.net sembari menyruput secangkir kopi belum lama ini.

Perbincanganpun semakin larut Kartipun membeberkan lebih jelas. Saat itu Karti mengira pria itu bukan jin. Sehingga tanpa canggung dihari berikutnya kamipun bertemu lagi. Dan dalam pertemuan itu, dirinya terhanyut buaian asmara, dan tanpa disadari melakukan hubungan layaknya suami istri.

"Saat hendak berhubungan suami istri, tiba-tiba sauasan di bawah pohon beringin besar berubah menjadi layaknya kamar yang megah. Karena rasa ini sudah terhanyut belaian pria itu, sayapun tak menghirau. Dan kejadian itu terus berulang hingaa akhirnya saya hamil,"beber Karti.

Awalnya tidak sangka kalu pria itu Jin

Ketika saya hamil, keluargapun marah besar dan mendesak menanyakan siapa lelaki yang tengah menghamilimu. Waktu itu dengan dipenuhi rasa takut dan bingung menyelimuti perasaanku. Akupun menjawab jika yang menghamiliku adalah kekasihku bernama Arya Pasuji. Kedua orang tuakupun mendesak untuk mengajak menemui pria itu.

"Rumah kekasihmu itu mana, ayo antarkan bapak kesana. Akupun menjawab, jika mau menemui kekasihku itu harus menjelang petang. Jadi nanti aja. Mendengar jawabpanku, orang tuaku langsung diam sejenak sambil menghelai nafas. Setelah itu berkata kenapa bisa begitu. Lalu aku jawab, nanti petang saya antar pak,"jelas Karti.

Ketika malam mulai tiba, kami berangkat menuju pohon besar itu. Saat perjalanan ayahkupun bingung dan bertanya, kenapa malah menju arah jalan ke hutan. Disana kan tidak ada rumah. Akupun menjawab, jika menemuinya disana."Kok nuju alas to ndok, kata bapakku.

"Setelah tiba di pohon tersebut akupun panggil dia. Tak selang lama, Arya Pasuji muncul dari semak - semak. Saat dia muncul sontak bapak ibukupun kaget. Setelah diam sejenak bapakku tanya. Kamu berasal dari mana, kenapa disini. Dan maksud kami menemuimu ingin minta pertanggung jawaban atas kehamilan putri kami. Aryapun menjawab, mohon maaf pak? Saya akan bertanggung jawab atas apa yang saya perbuat. Dan perlu diketahui jika sebenarnya saya adalah jin. Sudah sejak lama saya mencintai anak bapak. Mendengar itu, saya pingsan,"ucap Karti.

Setelah itu, kami pulang dan keesokan harinya orang tuaku membawaku ke bidan desa untuk memeriksa kandunganku. Kala itu bidan desa pun kaget dan mempertanyakan kehamilanku.

"Kamukan belum bersuami, kenapa bisa hamil. Lalu saya menceritakan atas apa yang aku alami. Sontak bidan desapun kaget, lalu memeriksa kandunganku. Setelah diperiksa bidan desa menyatkan jika kandunganku sehat dan baik - baik saja. Karena penasaran bidan desa memeriksa kemaluanku. Saat memeriksa bu bidan tambah kaget. Karena dikatakan masih perawan,"ungkap Karti sembari tersenyum dan menawarkan kepada beritaglobal.net untuk ditambah kopinya.

Hari semakin berlalu usia kandunganku semakin bertambah besar. Dan keanehan saat aku hamilpun terus kualami. Pasalnya tiap kali aku ke pohon itu, selalu ada susu dan beberapa buah-buahan.

"Memang kedengaranya saya mengada ada, tapi itu benar aku alami,"tutur Karti.

Bersambung..........

Bidan desa membenarkan tentang itu dan diakui oleh sejumlah tokoh.
Saat melahirkan didusun tersebut hujan angin disertai suara gamelan.
Anak tersebut mempunyai tanda lahir yang aneh dan indigo.

Kini bayi berjenis kelamin perempuan berusia sekitar 15 tahun dan nyantri di Jawa Timur.

Penulis : Agus Subekti