Cerita Dusun Babadan Menjadi Kesayangan Mbah Petruk, Dalam Balutan Misteri Gunung Merapi -->

code ads

Cerita Dusun Babadan Menjadi Kesayangan Mbah Petruk, Dalam Balutan Misteri Gunung Merapi

Friday, July 10, 2020
Penampakan Gunung Merapi dari PGM Babadan. (Foto: Dok. BPPTKG)

MUNGKID, Beritaglobal.Net - Dusun Babadan, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berada hanya berjarak 4 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Konon, Dusun Babadan sering disebut dusun kesayangan Mbah Petruk.

Kenapa disebutkan kesayangan, karena sejak dahulu kala Dusun Babadan tidak pernah terkena dampak dari letusan Gunung Merapi, baik materi dan korban jiwa. Demikian kisah Ari Suyatno (43), warga setempat kepada awak media belum lama ini.

"Saat Gunung Merapi meletus, didusun ini tidak pernah terkena Abu vulkanik atau yang kerap disebut wedus gembel mas. Bahkan saat gunung meletus banyak warga yang enggan meninggalkan rumah. Padahal dusun kami hanya berjarak 4 km dari puncak Gunung Merapi," papar Ari.

Dari keadaan inilah, masyarakat percaya ada dua hal yang menyebabkan Dusun Babadan menjadi kesayangan Mbah Petruk. Pertama, dahulunya sesepuh Dusun Babadan yakni yang pertama kali babat alas di Dusun Babadan bernama mbah Tulus sangat dekat dengan mbah Petruk yang diyakini sebagai penunggu Gunung Merapi.

"Kedekatan inilah yang dipercaya masyarakat jika Mbah Petruk sayang dengan mbah Tulus, sampai anak cucu dan warganya yaitu warga dusun Babadan," kisah Ari yang kala itu didampingi oleh sesepuh Dusun Babadan, Mbah Jemu (60) dan warga lainnya, Gito (55).

Masih kata Ari, dilihat dari kenyataan itu desa ini selalu dilindungi, atau hanya dilewati oleh abu vulkanik tanpa menurunkan abunya di Dusun Babadan. Walaupun dahsyatnya letusan Gunung seperti yang terjadi tahun 2010 silam yang juga menewaskan Mbah Marijan.

"Saat itu jembatan Pasa putus, dan desa serta dusun dusun lain di sekitar Gunung Merapi lumpuh, namun Dusun Babadan ini aman. Bahkan saat terjadi letusan, dan penduduk Dusun Babadan nyambat bersama - sama agar wedus gembelnya berubah arah, maka wedhus gembel akan berubah arah sesuai dengan permintaan warga. Baik itu diminta ke selatan, ke utara, ke timur, bahkan jika warga menginginkan hanya melewatinya, maka wedhus gembel tersebut akan menyesuaikannya," pungkasnya.

Kisah Mbah Petruk dan Makhluk Astral di Gunung Merapi

Mbah Jemu Muhadi (berpeci) sesepuh Dusun Babadan didampingi Ari Suyitno. (Foto: Dok. istimewa/MNN)

Selain acapkali terlewat dari bencana, Mbah Jemu menambahkan cerita lain dari misteri Gunung Merapi. Tentang Mbah Petruk yang diyakini warga sebagai penunggu Gunung Merapi dan adanya misteri Wewe Gombel makluk gaib menyerupai katak serta ular besar.

Keberadaan makhluk astral ini, diyakini sebagian masyarakat Dusun Babadan, dan juga meyakini jika si empunya Merapi ini akan memberi tahu warga jika Merapi sewaktu - waktu meletus.

"Kalau Mbah Marijan sosoknya ada, sedangkan Mbah Petruk ini gaib. Biasanya Mbah Petruk mendatangi warga sekitar merapi melalui mimpi," kata Mbah Jemu.

"Sebagai bentuk penghormatan, masyarakat setempat kerap kali memberikan sesaji dengan tujuan agar mereka selamat dari bahaya, terutama letusan gunung tersebut," imbuhnya.

Masih teguhnya masyarakat Dusun Babadan dalam memegang teguh adat istiadat dan berlaku selaras dengan alam, menjadi faktor masyarakat Dusun Babadan tidak mau mengungsi disaat gunung teraktif di Indonesia ini meletus sewaktu - waktu.

"Disini juga ada makluk astral wanita berparas cantik yang kerap nampak. Kalau saya menyebut itu Wewe Gombel (Peri-red), tepatnya disekitaran Pos Pengamatan Merapi Dusun Babadan. Wanita itu cantik mas, dan rambutnya panjang," terang Mbah Jemu.

Mendengar cerita itu, perbincanganpun semakin larut dan membuat penasaran. Sosok wanita cantik itu menampakan diri pada setiap malam Jumat Kliwon.

"Tanda hadirnya setelah saya bakar dupa, nanti ada angin disertai aroma harum. Saya juga pernah ditemui saat bertapa di tempat mencari wangsit atau menenangkan diri (Meditasi- red). Saat datang, nanti wewe gombel saya sebut untuk cari wisik (pertanda alam-red)," ungkap Mbah Jemu.

"Saat menampakkan diri, Wewe Gombel itu mengenakan pakain putih, kadang hitam. Selain itu disitu juga ada pusaka keris yang sering muncul namun tak tahu namanya. Selain itu juga ada sosok makhluk katak dan ular sangat besar yang sangat berbahaya. Bahkan dulu pernah ada kejadian misterius satu keluarga meninggal dunia," beber Mbah Jemu sembari menunjuk arah lokasi tersebut.

Ketika ditanyakan penyebab kematian satu keluarga itu. Mbah Jemu menjawab, "Begini ceritanya mas, beberapa puluh tahun lalu pernah ada warga serumah meninggal. Penyebabnya karena diganggu gaib kerajaan katak, prajurit Mbah Petruk penunggu Gunung Merapi," terangnya.

Adapun penyebab kemarahan makhluk itu, dijelaskan Mbah Jemu sembari tersenyum, "Awalnya ada tanaman jamur diarea yang diyakini wilayah kekuasan makluk gaib tersbut. Lalu oleh salah satu anggota keluarga itu, diambilah jamur itu, lalu dimasak. Sehingga makluk ghaib tersebut merasa diganggu dan mengamuk hingga satu keluarga meninggal," jelasnya.

"Semua warga tahu kok kejadian itu. Namun soal kematian sebagian masyarakat menyebut disebabkan karena itu. Namun ya kita sebagai manusia sepenuhnya kita serahkan kepada Allah SWT," tambahnya.

Kejadian aneh lainnya, lanjut Mbah Jemu, dahulu kala juga pernah ada peristiwa seorang pendaki asal Belanda meninggal di lokasi tak jauh dari lokasi Wewe Gombel itu, yakni jurang Senowo. Kala itu, saat jasad pendaki hendak di evakuasi oleh tim SAR dan relawan lainya tidak berhasil karena tiba - tiba diserang oleh makhluk tak kasat mata dari atas dengan melempari batu.

"Setiap jasad hendak di evakuasi, berulang diserang dengan batu dari atas gunung/tebing. Karena merasa ada yang ganjil akhirnya meminta bantuan sesepuh atau tokoh spiritual setempat. Oleh sesepuh itu lalu dibakarkan menyan, selanjutnya menyebut minta izin si penunggu wilayah tersebut. Setelah itu, barulah jasad bisa di evakuasi," terang Mbah Jemu yang diamini Ari dan Gito.

Sebagai catatan, Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi aktif dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan air laut yang berada di bagian tengah Pulau Jawa, yakni pada lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. (Supriyanto/Red)


Artikel ini pernah tayang di www.harian7.com dengan judul : Menyingkap Tabir Misteri Gunung Merapi, dan Menguak Rahasia Dusun Babadan Dusun Kesayangan Mbah Petruk Karena Kedekatan Mbah Tulus Pada Masa Itu