Menantang Mitos Pohon Durian Tidak Bisa Tumbuh di Grobogan, Heru Bawor Berani Budidayakan Durian Bawor di Desa Dempel

code ads


Menantang Mitos Pohon Durian Tidak Bisa Tumbuh di Grobogan, Heru Bawor Berani Budidayakan Durian Bawor di Desa Dempel

Friday, July 10, 2020
Proses penanaman 30 batang bibit durian bawor di lahan milik Kades Dempel, Kecamatan Karang Rayung, Kabupaten Grobogan oleh Heru Bawor. (Foto: Dok. pribadi/HR)

GROBOGAN, Beritaglobal.Net - Buah durian bawor adalah salah satu jenis durian yang dikembangkan oleh petani di Kabupaten Banyumas. Kini, buah yang fenomenal karena harga per buahnya bisa mencapai nilai ratusan ribu rupiah tersebut mulai dibudidayakan diluar wilayah Kabupaten Banyumas.

Ditangan seorang Heru Bawor (50), warga Gubug RT 02 RW 05, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, budidaya tanaman durian mulai merebak. Dirinya, berani melawan mitos yang selama ini telah dipercaya oleh sebagian masyarakat di Wilayah Kabupaten Grobogan, bahwa pohon durian tidak akan tumbuh di tanah Grobogan.

"Saya mencoba mematahkan mitos, jika di tanah Kabupaten Grobogan, pohon durian tidak bisa tumbuh," ungkap Heru Bawor saat dikonfirmasi beritaglobal.net di kediamannya, Jumat (10/07/2020).

"Selain itu, saya memiliki tujuan dengan teman - teman, untuk turut serta memajukan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Gubug," imbuhnya.

Pohon durian bawor yang berbuah di tengah area persawahan padi. (Foto: Dok. pribadi/)Heru

Budidaya Awal

Saat ini, dirinya bersama Suwarno, selaku Kepala Desa Dempel, Kecamatan Karang Rayung, Kabupaten Grobogan, tengah membudidayakan durian bawor di lahan persawahan, milik Suwarno di Desa Dempel.

"Kami sudah mulai menanam durian di Desa Dempel, di Purwodadi, dan beberapa wilayah lain di Kabupaten Grobogan. Nantinya Pemdes Dempel, bermaksud membangun agrowisata durian bawor di Grobogan di tahun 2021, yang akan menjadi pertama kali disini," terang Heru.

"Pak Suwarno, memang saat ini mencoba dulu menanam di lahan pribadi miliknya, untuk membuktikan bahwa budidaya durian bisa dikembangkan di Kabupaten Grobogan," katanya.

Heru bukan saja menjual lepas bibit durian bawor dari Banyumas, namun dirinya juga memberikan pendampingan dari mulai persiapan lahan, penanaman bibit, hingga pohon durian bawor berbuah untuk pertama kali.

"Selain untuk mematahkan mitos dan membantu mengangkat taraf ekonomi masyarakat, kenyataannya kondisi tanah di Kabupaten Grobogan yang berkapur, sangat cocok untuk pembudidayaan durian," papar Heru.

"Sebelum mencoba tanam, saya konsultasikan kondisi tanah dengan seorang ahli durian di Banyumas, menurut beliau, tanah di Grobogan sangat bagus untuk pembudidayaan durian. Kondisi tanah yang mengandung kapur, nantinya akan menghasilkan buah durian yang berasa manis secara alami. Dan pertumbuhan pohon durian disini juga bagus, buah bisa matang di pohon dengan kondisi kulit yang masih hijau. Berbeda di daerah pegunungan, kulit buah durian yang matang lebih berwana kecoklatan," jelas Heru.

Harga Bibit Durian Bawor

Ketika ditanya beritaglobal.net, terkait harga bibit pohon durian bawor dirinya menyebut variasi harga mulai dari Rp 450 ribu per batang dengan tinggi 1,5 meter hingga 2 meter untuk durian yang siap berbuah setelah ditanam 3 tahun. Harga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta untuk bibit durian yang dapat panen setelah ditanam lebih kurang 2 tahun.

"Selain itu, kami juga menyediakan bibit durian yang siap panen dalam waktu 1 tahun, tapi harganya lumayan mas, antara Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta per batangnya," jelas Heru seraya tersenyum.

Pohon durian bawor yang berbuah setelah masa tanam 1 tahun. (Foto: Dok. pribadi/Heru)

"Harga tersebut sudah temasuk pendampingan dari persiapan lahan, penanaman, hingga panen perdana. Kami juga garansi jika durian dari kami mati setelah ditanam di tempat konsumen selama 3 bulan, sejak penanaman," tegasnya.

Heru berharap dengan adanya budidaya durian bawor di Kabupaten Grobogan, dapat mengangkat taraf ekonomi. Dimulai dari 1 rumah menanam 1 pohon durian. Seperti halnya, di pusat pembibitan durian bawor di Alas Malang, Banyumas, yang kondisi ekonomi masyarkatnya secara perlahan dan pasti meningkat karena membudidayakan durian bawor.

"Saya memulai dengan menggandeng Kades - Kades dilahan pribadi milik mereka. Harapannya, nanti Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Dinas Lingkungan Hidup ataupun Dinas Pertanian dapat membantu pemdes se Kabupaten Grobogan membudidayakan durian bawor," harapnya.

Heru menjelaskan singkat, untuk jarak tanam ideal menanam bibit durian bawor adalah 6 X 6 meter untuk lahan pribadi dan 8 X 10 meter untuk agrowisata.

"Kami juga mendorong masyarakat Grobogan, jangan milik beli tapi milik jual. Karena selain bisa makan durian juga bisa jual durian. Karena buah durian selain dimakan langsung, buah durian juga bisa diolah menjadi beraneka jenis makanan, seperti es krim, dodol durian dan banyak lagi," terang Heru.

Masih kata Heru, "Untuk masyarakat Kabupaten Grobogan, jangan takut tanam pohon durian bawor. Kami siap menampung hasil panen durian bawor masyarakat nantinya, tentu dengan harga pasar," tegasnya. (Agus Subekti)