Mimpi Fahri menjadi pemain Proliga menjadi kenyataan

code ads


Mimpi Fahri menjadi pemain Proliga menjadi kenyataan

Tuesday, July 28, 2020
Fahri Septian pemain bola voli asal Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. (Foto: Dok. pribadi/FS)

BANTUL, Beritaglobal.net - Kasta tertinggi di dunia olahraga voli di Indonesia adalah Proliga, dan ini menjadi impian setiap atlet bola voli di seluruh Nusantara. Fahri Septian (21) salah satu atlet bola voli yang mimpinya terwujud. Pemuda asal Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul, Yogyakarta ini alhirnya masuk ke Proliga.

Fahri menceritakan perjuangannya hingga menjadi pemain profesional seperti sekarang ini. Cerita diawali dari bermain sepak bola waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). "Saya dulu waktu kelas 4 SD masih bermain bola bersama Garuda di Bantul, akan tetapi lama kelamaan saya malah seneng bermain voli karena orang tua saya semua pemain voli," katanya.

Ayah saya, lanjutnya, dulunya seorang toser (pemberi umpan-red) di Pertamina era 90-an dan ibu saya juga seorang pemain voli di tim Baja 78. "Mungkin ini yang disebut regenerasi mas," ungkap Fahri.

Lebih lanjut diceritakan, setelah saya kelas 3 SMP, baru dimasukkan ke tim Baja 78 oleh orang tua saya, akan tetapi saya lebih bermain di kampung sendiri dan bermain secara autodidak.

"Saya termotivasi karena di kampung saya sering ada tarkam (antar kampung-red) dan mendatangkan pemain-pemain Proliga. Saya mempunyai semboyan, saya harus bisa seperti mereka, bermain di kasta terbaik," tegasnya.

Dia menambahkan, saya tiap hari berlatih dan terus berlatih walau tanpa pelatih. Saat saya kelas 1 SMA, mulai masuk lagi ke tim Baja 78 hingga sekarang dan alhamdulillah doa saya dikabulkan oleh Allah.

"Dulu waktu saya masuk tim Baja 78 ada orang yang tidak menyukai saya, dia berkata percuma kamu main disini karena tidak bakalan jadi pemain top," jeas Fahri.

Namun, lanjutnya kata-kata itu lah yang menjadi motivasi saya untuk terus semakin giat berlatih, istilahnya saya mbudeg (tidak dengarkan-red) yang penting bisa jadi yang terbaik.

Sementara, Tatik (51) ibunda Fahri Septian Putratama, mengatakan saya sebagai ibu sekaligus orang tua dari Fahri sangat bangga sekali terhadap perjuangan anak saya hingga bisa bermain di Proliga membela Jakarta Garuda dan membela Bank Sumsel Babel.

"Saya berharap, semoga Fahri tidak sombong dan selalu hormat kepada orang tua serta menjalankan sholat 5 waktu," harapnya.

Terpisah, Slamet Rudianto saat dimintai pendapat tentang Fahri oleh beritaglobal.net via whatsaapp mengatakan, Fahri itu orangnya sangat sopan kepada senior dan tidak pernah neko-neko (macam-macam-red), cuma saja Fahri kalau tidur bangunnya suka kesiangan. "Akan tetapi Fahri kalau bermain selalu konsisten dalam penampilannya," pungkas Slamet. (Iwan)