Pengurus Jam’iyyah Rindu Ngaji Kabupaten Semarang Terbentuk, Siap Gali Potensi Anggota Untuk Pemberdayaan Organisasi yang Independen -->

code ads


Pengurus Jam’iyyah Rindu Ngaji Kabupaten Semarang Terbentuk, Siap Gali Potensi Anggota Untuk Pemberdayaan Organisasi yang Independen

Sunday, July 26, 2020
Gus Rofiq (berkopiah dan kaca mata hitam) bersama Pengurus Jaring Indonesia Kabupaten Semarang, pasca musyawarah pembentukan pengurus di RM Angkringan/Pemancingan Kali Torong, Banyubiru, Minggu (26/07/2020). (Foto: Dok. istimewa/AS)

Ungaran, Beritaglobal.Net - Pengurus pusat Jam’iyyah Rindu Ngaji (Jaring) Indonesia yang dimotori oleh Aunur Rofiq (54) yang sering disapa Gus Rofiq dan juga sebagai salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al Ittihad di Dusun Poncol, Desa Popongan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, mengawal pembentukan pengurus Jaring Indonesia untuk wilayah Kabupaten Semarang, Minggu (26/07/2020).

Pembentukan pengurus Jaring Kabupaten Semarang, terselenggara di Rumah Makan Angkringan/Pemancingan Kali Torong di Jalan Banyubiru Raya, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, dihadiri pula oleh segenap ulama dan tokoh masyarakat di wilayah Kabupaten Semarang. Gus Rofiq, menjelaskan bahwa tujuan pembentukan Jam’iyyah Rindu Ngaji (Jaring) Indonesia ini adalah sebuah upaya untuk menampung aspirasi masyarakat umum yang ingin belajar mengaji dimanapun dan kapanpun. Selain dari pada itu, untuk mengimbangi upaya kita semua dalam pemenuhan kebutuhan rohani. Jaring Indonesia juga berupaya untuk menggali potensi anggota dalam bidang kewirausahaan.

“Kami mencoba menampung aspirasi masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan rohani, karena mengaji tidak hanya saat kita ada di Ponpes dan di Masjid atau Mushola, mengaji bisa dimana saja. Selebihnya, kami juga berupaya untuk menggali potensi anggota di bidang kewirausahaan dengan cara mempertemukan produsen dan konsumen yang sudah tergabung di dalam Jam’iyyah Rindu Ngaji ini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, bahwa Jaring Indonesia berusaha menjadi sebuah organisasi kemasyarakatan yang independen, lepas dari kepentingan politik dan tendensius pada sebuah tujuan kekuasaan. Kebahagiaan dan kesejahteraan lahir batin anggota Jaring Indonesia adalah prioritas utama.

“Independensi kami kedepankan, karena seringkali rusaknya sebuah organisasi adalah adanya kepentingan – kepentingan sesaat, terutama yang berhubungan dengan kekuasaan. Asal anggota bahagia lahir dan batin, kami sudah senang. Karena ibadah memerlukan kelonggaran hati dan juga ketenangan fikiran. Ya ngaji ya mencari rezeki, dimanapun dan dalam kondisi apapun,” imbuhnya.

Dalam kesempatan pertemuan – pertemuan Jaring Indonesia, selalu diawali dengan pembacaan tahlil untuk menemukan buah pemikiran yang bisa diterima semua kalangan dan bermanfaat bagi seluruh anggota.

“Fastabiqul qoirot, mari berlomba – lomba dalam kebajikan, menjaga akhlaqul kharimah, insha Allah, organisasi kami bisa memberikan suri tauladan bagi NKRI di masa mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, dari hasil musyawarah pembentukan pengurus Jaring Kabupaten Semarang, terpilih secara aklamasi Ketua DPC Jaring Kabupaten Semarang adalah Imron Ahmadi, S.T.

“Terima kasih kepada para sesepuh ulama di Kabupaten Semarang yang sudah tergabung di dalam Jam’iyyah Rindu Ngaji Kabupaten Semarang untuk memberikan amanah kepemimpinan Jaring Kabupaten Semarang. Mohon doa restu untuk selalu membawa organisasi ini sebagai wadah organisasi kemasyarakatan yang selalu memberikan hal – hal yang positif dan membawa kemajuan NKRI,” ungkapnya.

“Setelah pembentukan ini, kami akan menunggu instruksi selanjutnya dari Pengurus Pusat Jaring Indonesia dalam penggalian potensi anggota dan menyelenggarakan kegiatan – kegiatan pengajian secara langsung, online maupun melalui media lainnya,” imbuh Imron.

Dirinya menambahkan bahwa dalam waktu dekat ini, akan diselenggarakan pelatihan – pelatihan kepada anggota Jaring Kabupaten Semarang, melalui Pondok – Pondok Pesantren di bidang ekonomi, sosial dan keagamaan.

“Untuk waktu dekat ini kami akan menyelenggarakan pelatihan – pelatihan di internal anggota terkait kegiatan kewirausahaan, metode cepat bisa baca Qur’an, pelatihan jurnalistik dan tentang wawasan kebangsaan. Hal ini penting, agar generasi mendatang memahami betul perannya dalam turut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tentu saja memiliki daya saing dengan negara lain,” ujar Imron.

Imron berharap, bahwa anggota Jaring Kabupaten Semarang dapat bersinergi dengan seluruh unsur di masyarakat dimanapun mereka berada. (Agus Subekti/Indra Widiyatmiko)