Sumanto, Lama Tidak Terdengar, Begini Kabarnya Sekarang -->

code ads

Sumanto, Lama Tidak Terdengar, Begini Kabarnya Sekarang

Monday, July 6, 2020
Panti rehabilitasi jiwa dan korban penyalahguna narkoba H. Mustajab, tempat Sumanto menjalani kehidupan normalnya pasca menjalani hukuman. (Foto: Dok. Istimewa/IS)

PURBALINGGA, Beritaglobal.Net - Terkenal sebagai pemakan manusia 'kanibal', nama Sumanto sempat membuat miris masyarakat. Pasalnya, bukan orang hidup yang dimakan, namun mayat orang yang telah dimakamkan dia makan. Dari perbuatannya, Sumanto memang sempat masuk ke jeruji besi selama lebih kurang 5 tahun di tahun 2003 lalu, namun Sumanto mendapatkan remisi di akhir tahun 2006.

Lama tidak terdengar kabarnya, Sumanto saat ini telah banyak berubah. Perubahan pada diri Sumanto, tidak luput dari sosok almarhum KH. Supono Mustajab, S.Sos., M.Si., pendiri Panti Rehabilitasi Jiwa dan korban penyalah guna narkoba H. Mustajab di bawah naungan Yayasan An Nur H. Supono Mustajab di Dusun II Dukuh Murni Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Sumanto menganggap KH. Supono Mustajab sebagai orang tua angkatnya, karena dirinya juga selalu diajak kemanapun saat mendiang KH. Supono Mustajab ke para pasiennya untuk pengobatan dan syiar agama islam. Hal ini juga disampaikan langsung oleh Sumanto, saat ditemui beritaglobal.net di Klinik Jiwa Utama H. Mustajab, Sabtu (04/07/2020).

Senyum Sumanto setelah memberi himbauan kepada masyarakat untuk tetap ikuti protokol kesehatan. (Foto: Dok. istimewa/IS)

"Saya kemarin (Jumat, 03 Juli 2020) menerima bansos dari Bu Bupati, karena saya sudah punya KK sendiri di pondok," ungkapnya disela aktivitasnya.

Dirinya yang sekarang terlihat lebih segar, dan keseharian Sumanto masih seperti pasien - pasien yang lain. Mandi disungai bersama para pasien, juga bersih - bersih dilikungan pondok.

"Saya masih ingat sewaktu masih ada Pak Kyai, terutama saat diajak bepergian. Makan enak di restoran dan saya dapat jatah rokok Dji Sam Soe," kenangnya.

Perbedaan Sumanto sekarang, dirinya lebih peduli pada kondisi di masyarakat, khususnya dengan adanya Pandemi Covid-19. Sumanto justru memberikan pesan - pesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan candaan, bila tidak pada nurut akan dia makan.

"Kabeh (semua-red), warga supaya memakai masker, jaga jarak sesuai himbauan pemerintah. Jaga kesehatan, yang nggak pake masker saya makan lhoo," himbau Sumanto disusul tawa lepas.

Sebagai lelaki, Sumanto juga masih memiliki keinginan untuk membangun mahligai rumah tangga, meski tidak diungkap gamblang dan dialihkan olehnya untuk pamit menunaikan ibadah sholat.

"Ya normal, tapi saya mau sholat ashar dulu mas," jawabnya dengan senyum penuh arti.

Saat dikonfirmasi terpisah, pengelola Yayasan An Nur, Imam Fauzi Wahyu Diana, S.Psi., (38) yang tidak lain adalah putera pertama almarhum KH. Supono Mustajab, S.Sos., M.Si., menyampaikan jika kondisi Sumanto saat ini telah jauh lebih baik, namun bila teringat mendiang ayahnya, Sumanto tampak terlihat sedih dan merasa kehilangan.

"Kondisi Sumanto lebih stabil, namun kalau teringat almarhum, kadang kayak merasa sedih dan kehilangan," tutur Imam.

"Sebagai putera pertama almarhum, saya harus meneruskan cita - cita beliau, dan juga telah menjadi amanat almarhum sebelum wafat," kata Imam.

Terdapat beberapa pesan dari almarhum KH. Supono Mustajab yang masih diingatnya, untuk melanjutkan perjalanan beliau dalam menyiarkan agama Islam, melanjutkan apa yang beliau rintis agar lebih maju dan berkembang. Dan pesan yang paling mendalam adalah tidak lupa menjalankan sholat wajib serta sunah, dan bersedekah kepada orang yang membutuhkan.

"Selain tiga pesan tersebut, sebetulnya masih banyak lagi pesan beliau yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu," pungkasnya. (Iwan S)