TBM Kartini, Berdiri Dari Mata Rantai Kepedulian Masyarakat Desa Glempang Mereplikasikan Ilmu dan Teknologi Pada Anak Sejak Usia Dini

code ads


TBM Kartini, Berdiri Dari Mata Rantai Kepedulian Masyarakat Desa Glempang Mereplikasikan Ilmu dan Teknologi Pada Anak Sejak Usia Dini

Sunday, July 12, 2020
Aktivitas TBM Kartini dengan pendampingan aktif Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. (Foto: Dok. istimewa/IS)

BANJARNEGARA, Beritaglobal.Net - Jauhnya akses dari ibukota Kabupaten Banjarnegara, menjadikan Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara adalah sebuah desa yang termasuk masih terbatas  untuk fasilitas penunjang pendidikan seperti perpustakaan. Kondisi ini sangat mempengaruhi akses masyarakatnya pada kebutuhan akan buku, meskipun anggota masyarakatnya kebanyakan sudah mengenyam pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga di perguruan tinggi.

Mengingat masa - masa mencari ilmu berkaitan erat dengan buku, menggugah seorang ibu rumah tangga bernama Muji Ambarwati (30) yang juga berprofesi sebagai tenaga wiyata bakti non kategori di SDN 4 Glempang. Muji, memutuskan untuk mengabdikan dirinya menjadi salah satu relawan pegiat literasi desa yang ada di Desa Glempang dengan menggagas pendirian sebuah taman bacaan masyarakat, bernama Taman Baca Masyarakat (TBM) Kartini.

"TBM Kartini sebagai salah satu sarana penunjang untuk memenuhi kebutuhan buku bagi masyarakat Desa Gemplang yang masih bersekolah ataupun masyarakat umum," ungkap Ambar kepada beritaglobal.net, Sabtu (11/07/2020).

"TBM Kartini didirikan tepat tanggal 21 April 2017 lalu. Karena kami sebagai orang tua, merasa prihatin pada anak - anak kami yang mulai tergantung pada gadget, dan semakin berkurang minat bacanya," imbuh Ambar.

Dijelaskannya, TBM Kartini menempati rumah Sukeri yang tinggal di Dusun Karang Tunon RT 05 RW 05, dimana lokasi Dusun Karang Tunon berbatasan dengan Desa Donorojo, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.

"Anggota TBM KARTINI Desa Glempang adalah seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah Desa Glempang RT 05 RW 05  dan masyarakat Desa Glempang pada umumnya," papar Ambar.

Ditambahkannya, koleksi buku bacaan yang ada di TBM Kartini pada saat awal berdiri baru memiliki beberapa koleksi buku yang berasal dari beberapa kumpulan buku bekas hasil pengelola taman baca.

"Kami dulu mengais tumpukan buku – buku lama yang ada di gudang sewaktu masih dibangku sekolah. Atas saran seorang rekan, pengelola TBM Kartini membuat proposal untuk mendapatkan buku dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten (Disarpusda) dengan diketahui oleh Kepala Desa Glempang serta mendapat support khusus dari Bhabinkamtibmas Desa Glempang Bripka Agung Ristianto dan Babinsa Desa Glempang Pelda Hermanto," jelas Ambar.

Selain mendapatkan bantuan buku dari Disarpus Kabupaten Banjarnegara, TBM Kartini juga bergabung dengan komunitas 1001 buku dan Pustaka Bergerak Indonesia atas rekomendasi sesama pegiat literasi dari Desa Blimbing, Kecamatan Mandiraja pemilik rumah baca Pustaka Pelangi, Eni Kuswati. 

Kegiatan yang dikembangkan di TBM Kartini tidak hanya berfokus pada kegiatan calistung (baca, tulis dan hitung) akan tetapi lebih ke pengembangan minat dan bakat yang dimiliki oleh anggota taman baca khususnya dibidang budaya seperti kegiatan latihan karawitan dan seni tari yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu.

"Adapun kegiatan - kegiatan yang dilaksanakan pengelola TBM Kartini tidak terbatas hanya berada di dalam ruangan tetapi juga memiliki agenda khusus untuk melakukan kegiatan diluar ruangan. Dua kali dalam sebulan seperti kunjungan ke tempat wisata edukasi ataupun jalan jalan ke alam terbuka yang mudah dijangkau oleh anggota perpustakaan yang memiliki tujuan penyegaran tetapi tidak meninggalkan nilai edukasi karena selain mendekat ke alam juga untuk buka lapak baca di tempat umum untuk mengenalkan buku dan TBM ke masyarakat luas," kata Ambar memberi paparan aktivitas TBM Kartini.

Dukungan Pemdes dan Stakeholder

Kegiatan yang telah terlaksana di TBM Kartini tidak pernah terlepas dari dukungan berbagai pihak. Karena pengelola TBM menyadari untuk menarik minat baca masyarakat tidak mudah dan sangat perlu menggandeng tokoh-tokoh tertentu untuk memotivasi masyarakat khususnya anak – anak untuk gemar membaca.

"Oleh sebab itu, dalam setiap kegiatannya TBM Kartini, ketika akan melaksanakan sebuah kegiatan menggandeng pihak terkait untuk menarik dan menjaga antusias anak- anak mengikuti kegiatan yang diadakan sampai selesai. Adapun pihak - pihak yang terlibat diantaranya Pemerintah Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Glempang serta lembaga masyarakat yang ada di Desa Glempang," terang Ambar.

"Memurut kami, TBM bagaikan mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Semua unsur tersebut saling mendukung, saling memotivasi dan memiliki kapasitas masing - masing untuk satu tujuan yaitu menjadikan masyarakat khususnya anak - anak untuk selalu semangat belajar melalui taman bacaan," jelas Ambar tanpa melupakan peran semua pihak dalam mengembangkan TBM Kartini.

Pencapaian yang telah diperoleh TBM Kartini yaitu pada tahun 2018 TBM Kartini sebagai salah satu sasaran program Perpuseru dari Perpustakan Nasional RI melalui Disarpusda Kabupaten Banjarnegara berupa 2 unit komputer bersama 4 desa lain dari kecamatan yang berbeda di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

Ambar manegaskan, "Dengan adanya program Perpuseru tersebut diharapkan TBM Kartini tidak hanya sebagai tempat untuk membaca saja akan tetapi sebagai pusat kegiatan masyarakat dengan pencarian informasi berbasis teknologi sekaligus mempunyai peran untuk mereplikasikan (meneruskan-red) informasi yang telah diperoleh menjadi hasil karya yang nyata dan nantinya membawa kesejahteraan untuk masyarakat luas," katanya.

Selain itu, pada tahun 2019 TBM Kartini juga telah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan desa melalui Dana Desa 2019 mendapatkan dua rak buku untuk dua taman baca yang ada di desa Glempang yaitu TBM Kartini dan Umah Buku Mayuh Maca.

Tidak memungkiri dalam setiap proses kegiatan sebuah organisasi atau komunitas memiliki kendala, begitu juga dengan TBM Kartini. Kendala yang dihadapi oleh pengelola TBM Kartini yaitu keterbatasan dana untuk pengadaan kelengkapan fasilitas internet (jaringan wifi) yang menunjang pencarian informasi berbasis internet serta mesin printer untuk kegiatan pencetakan atas hasil dari sebuah pencarian informasi.

Kegiatan pelatihan karawitan pada peserta TBM Kartini. (Foto: Dok. istimewa/IS)

Adapun respon dari masyarakat sekitar sangat baik, hal ini dapat ditunjukan dari setiap TBM mengadakan kegiatan didalam (kegiatan bimbingan belajar, latihan karawitan, seni tari) maupun diluar TBM (jalan - jalan jelajah alam, wisata edukasi) orangtua selalu menyertai putra - putrinya dalam pelaksanaan kegiatan sampai selesai. Begitu juga dari pemerintahan desa selalu support kegiatan serta dari Bhabinkambtibmas Agung Ristianto dan Babinsa Pelda Hermanto berkenan menyertai setiap perjalanan TBM Kartini ketika tidak ada tugas di tempat lain.

Untuk kedepan, pengelola TBM Kartini berharap semoga kedepan TBM Kartini dapat memenuhi fasilitas yang masih kurang dan TBM Kartini tidak hanya memberi manfaat untuk masyarakat wilayah tertentu tetapi dapat memberi manfaat untuk masyarakat umum.

Tanggapan Pemdes 

Secara terpisah kepala Desa Glempang Sugiyono (51) mengungkapkan disela -sela penyaluran BLT APBD Kabupaten Banjarnegara tahap 3.

"Saya selaku kepala desa baru sangat mengapresiasi apa yang dilakukan mbak Arum dan kawan - kawan, dan program ini melanjutkan pemerintah terdahulu yaitu bapak Nowo Wikanto yang menjabat kades selama 12 tahun. Dan yang kedua saya sangat berterimakasih sekali kepada Bhabinkamtibmas Bripka Agung Listanto yang telah membantu program Kartini ini selanjutnya kami juga bersyukur sekali mas Agung kemaren juara satu Bhabinkamtibmas dan membawa Desa Glempang ke tinggkat nasional," ungkapnya.

Semoga kedepan program taman baca masyarakat di Desa Glempang bisa berkembang ke dusun yang lain di Desa Glempang, pungkasnya. (Iwan S)