Boss Karaoke di Bandungan Ngamuk, Petugas Pamswakarsa dan Manager Karaoke Jadi Korban 'Tanduk'nya -->

code ads


Boss Karaoke di Bandungan Ngamuk, Petugas Pamswakarsa dan Manager Karaoke Jadi Korban 'Tanduk'nya

Saturday, August 15, 2020
Manager Karaoke Excellent Pristiono terbaring di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa, Minggu (15/08/2020) dini hari. (Foto: Dok. Istimewa/ERA)


UNGARAN, Beritaglobal.Net
- Bukan memberikan contoh yang baik, namun aksi brutal dipertontonkan bos Karaoke Paradise, Bandungan, Kabupaten Semarang, berinisial IB (40), pada hari Sabtu (15/08/2020) malam. Pasalnya, IB diduga tidak terima saat ditegur anggota Pamswakarsa karena tidak patuhi protokol kesehatan Covid-19, saat akan berkaraoke.

Amarah IB, dilampiaskan dengan menghajar seorang orang anggota Pamswakarsa, Manager dan seorang karyawan Karaoke Execellent, dimana ketiganya harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis karena luka - luka yang dialami.

Dari data dihimpun beritaglobal.net, ketiga korban kebrutalan IB diantaranya petugas Pamswakarsa Bandungan, bernama Aris (40), Manager Excellent Pristiono (41) yang menjadi korban 'tandukan' IB, serta keamanan Excellent bernama Eko Wagiman (40).

Para korban mengalami luka serius di wajah dan kepala. Ketiganya  langsung memeriksakan diri ke RSUD dr Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa dilanjutkan visum. 

"Kepala seperti mati rasa separuh setelah ditanduk oleh IB," kata Pristiono ditemui wartawan di IGD RSUD dr Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa, sesaat sebelum menjalani perawatan intensif, Minggu (16/08/2020) dini hari.

Pristiono pun mengisahkan kronologis kejadiannya. Dimana, saat itu terduga pelaku IB datang bersama teman -temannya satu rombongan berjumlah enam orang menggunakan sepeda motor.

IB yang juga pengusaha peternakan ayam terbesar di Bandungan itu memaksa minta dibukakan room. Padahal, saat itu room diketahui terisi dan hanya boleh dibuka 50 persen dari kapasitas sesuai protokol kesehatan Covid-19 khusus di tempat hiburan malam karaoke. 

"Saat datang IB dengan maksud minta dibukakan room. Oleh karyawan disampaikan jika room saat itu di Excellent penuh, karena memang sesuai ketentuan hanya 50 persen dari kapasitas yang boleh beroperasi selama Covid-19," ungkap Pristiono.

Penjelasan korban tak diterima terduga pelaku dan tetap memaksa agar dibukakan room. Dengan egois, IB memerintahkan tamu yang ada di room keluar karena merasa punya saham 20 persen di Karaoke Excellent.

"IB memang pemilik Karaoke Paradise, Rasta serta pemilik saham 20 persen di Karaoke Excellent dan beberapa karaoke lainnya. Tapi kan tidak bisa sewenang - wenang seperti itu," ungkap Pristiono didampingi sang istri. 

Karena permintaannya tidak dipenuhi, terjadilah cekcok mulut hingga berujung penganiyaan yang dilakukan terduga pelaku IB.

Korban yang coba menengahi justru mendapatkan pukulan di kepala oleh terduga pelaku dengan cara menanduk kepalanya ke kepala mantan wartawan itu.

"Saran saya dijawab pelaku dengan emosional. Kepala pelaku membenturkan kepala saya beberapa kali hingga bibir pecah, kapala sakit seperti mati rasa serta rahang sakit," paparnya.

Tak terima dengan ulah bos Karaoke Paradise, Pristiono bertekad akan melanjutkan kejadian ini dengan melapor ke polisi dengan bekal visum dari RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa.

Sementara, seorang warga Bandungan Budi Santoso menambahkan, apa yang dilakukan terduga pelaku IB bukan pertama kali arogan dan mengamuk di kawasan tempat hiburan Bandungan. Pekan lalu, IB juga pernah mengamuk dan sempat menghajar salah satu Ketua RT dikawasan Bandungan.

"Masalahnya sama, tak terima di tegur dan diingkatkan agar mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19, dengan arogan menganiaya Ketua RT di lingkungan Bandungan ini juga," ucap Budi. (ERA/ASB)