Thursday, June 2, 2022, 11:13:00 PM WIB
Last Updated 2022-06-02T16:17:53Z
NEWS

Warga Boyolali Diduga Tertipu Orang Mengaku Pintar di Ampel,  Modus Pelaku Dapat Bisikan Ghaib Untuk Cairkan Uang Rp 800 Juta

Advertisement
JK oknum yang mengaku dapat utusan ghaib.


Laporan: Amar


BOYOLALI - SF seorang ibu rumah tangga diduga menjadi korban JK oknum yang mengaku bisa mencairkan uang ghaib. Namun setelah permintaan dipenuhi uang ghaib yang dijanjikan tidak pernah ada dan justru uang jutaan rupiah miliknya raib.


Diceritakan SF awalnya ia bertemu dengan JK beberapa waktu lalu. Saat itu, JK menyampaikan jika dirinya mempunyai amanah uang ghaib yang bisa dicairkan. Namun untuk mencairkan uang tersebut, JK meminta kepada SF dan keluarganya untuk membeli alat-alat sebagai sarana untuk ritual.


"Selain itu saya juga menyetor uang melalui transfer kepada JK,"katanya.


Setelah semua permintaan dipenuhi, lanjut SF, iming-iming uang ghaib yang dijanjikan tak pernah ada.


Terpisah, JK saat dihubungi melalui telepon mengelak jika dirinya disebut dukun."Saya itu bukan dukun,"katanya.


Ditanya terkait uang gaib, ia mengelak, namun intinya ia bersama FS itu hanya ikhtiar."Jadi bentuknya lantaran pandan iseng-iseng barangkali dapat rejeki,"jawabnya.


Berkaitan FS mentransfer uang, JK mengungkapkan jika uang tersebut untuk membeli pandan karena FS tidak bisa mencari sendiri.


Intinya melalui biji pandan sebagai syarat agar terkabul hajatnya biar uang ghaibnya cair.


Ketika ditanya soal uang ghaib, secara ghaib Kiai Jubaidah asal Sidoarjo memberi pentunjuk kepada JK. Selanjutnya ia diutus mencari biji pandan sebagai sarana."Jadi dalam utusan ghaib itu, karena kiai Jubaidah sudah meninggal, jika selama 7 hari biji pandan tidak layu maka oleh kyai ghaib akan memberikan hadiah. Hadiah berupa uang sebesar Rp 800 juta lebih. Intinya saya ikhtiar bareng bareng agar hadiah itu bisa cair,"katanya.


Jadi dalam hal ini bukan penggandaan uang melainkan ikhtiar agar dapat hadiah berupa uang ghaib, dan terkait uang yang dikeluarkan atas kesepakatan.


Sementara, Aliansi Cegah Kejahatan, Sri Hartono SH MH mengatakan, apa yang disampaikan JK itu hanya dalih. Rata-rata para pelaku penipuan dengan embel-embel ghaib."Utusan kok melalui ghaib, itu jelas penipuan,"terangnya.


Jadi, lanjut Sri, agar tidak ada korban lain secepatnya kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.


"Kami juga sudah kroscek warga sekitar jika JK disitu kontrak,"terangnya.