Sunday, August 21, 2022, 4:19:00 PM WIB
Last Updated 2022-08-21T09:19:53Z
NEWS

Warga Dayaan dan Macanan Salatiga Gelar Jalan Sehat Kreasi Kemerdekaan

Advertisement

  




SALATIGA,BeritaGlobal.net-Segenap warga  di dua kampung masing-masing Dayaan dan Macanan di Kelurahan Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir  Salatiga seolah berpesta pada Minggu (21/8) pagi. Mereka turun ke jalan berbaris rapi mengelilingi wilayah kelurahan setempat.  


Sambil berjalan itu, mereka bersukaria berkreasi mengeluarkan ekspresi yang mereka punyai. Ada yang berdandan adat nusantara, ada yang membawa sistem suara keras dengan lagu dangdut, kesenian drumblek, dan lainnya. Ada pula kreasi bank sampah dari kelompok Bank sampah di Dayaan. 


Sambil mengibar-kibarkan bendera merah-putih berukuran kecil di tangan, peserta pawai itu memberikan senyum  kepada para  penonton  yang ada di setiap jalan yang dilewati. 

Ketua RW Dayaan Budi Supriyono mengatakan, pawai ini sbenernya berkonsep jalan sehat. Meski begitu, warga dibebaskan untuk berkreasi dengan kostum mau pun atraksi kesenian. Semua tanpa paksaan dan inisiatif dari warga masing-masing. 

"Tidak ada paksaan dan semua keinginan warga. Terpenting kegiatan ini seperti ini bisa menumbuhkan kebersamaan, kerukunan dan kegotong-royongan. Kebetulan kami ini masih dalam suasana HUT ke-77 Kemerdekaan RI, jalan sehat dipadu dengan semangat nasionalisme kemerdekaan," katanya.   




Salah satu peserta jalan sehat ini adalah kelompok bank sampah. Yakni,  mengkreasikan aneka sampah plastik yang didaur ulang dikemas dalam busana warna-warni yang menarik. 


Busana-busana itulah yang kemudian dikenakan warga untuk diperagakan dalam pawai. Bank sampah ini adalah memilah-milah sampah, mana sampah yang bisa diurai dan sampah yang tidak bisa diurai. Yang tidak bisa diurai seperti plastik, bungkus makanan, dan kemasan kopi mau pun sabun dan sampo, dikumpulkan untuk dijadikan barang bernilai ekonomi seperti tas,  baju dan lainnya.

"Dari pawai ini, kami memperagakan busana dari sampah. Tujuannya untuk mengajak warga peduli lingkungan yang bersih dari sampah. Sampah yang tidak bisa diurai bisa dikumpulkan untuk dijadikan bahan lain bernilai ekonomi. Sedangkan sampah yang bisa diurai (membusuk) bisa dijadikan kompos untuk pupuk tanaman," kata Umi, penggerak bank sampah Anggrek Ungu di Dayaan.