Monday, September 12, 2022, 7:56:00 PM WIB
Last Updated 2022-09-12T12:56:24Z
NEWS

Ratusan Mahasiswa Berunjuk Rasa Didepan Gedung DPRD Salatiga Tolak Kenaikan BBM

Advertisement

 


SALATIGA,BeritaGlobal.net – Gabungan mahasiswa dari organisasi HMI, PMII, KAMMI, GMNI,IMM, GMKI, dan PMKR Salatiga menggeruduk kantor DPRD Kota Salatiga. Aksi yang dimulai pukul 10.30 – 13.00 itu mahasiswa menuntut kenaikan harga BBM bersubsidi. Salah seorang perwakilan mahasiswa Fahmi Arsyad mengatakan aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa Indonesia.


"Kami menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. kami merekomendasikan pemerintah untuk melakukan evaluasi kebijakan terkait kenaikan harga BBM bersubsidi," ujarnya kepada wartawan di sela-sela unjuk rasa, Senin (12/9/2022).


Menurutnya pemerintah seharusnya melakukan penghematan anggaran birokrasi. Anggaran itu lebih baik disalurkan untuk kepentingan rakyat.


"Kami juga meminta pemerintah menunda proyek strategis nasional yang dampaknya tidak langsung kepada rakyat. Dan pemberantasan mafia migas," jelasnya.

Ia juga menegaskan, aksi yang dilakukan mahasiswa ini tidak ditunggangi oleh siapa pun. Mereka meminta anggota DPRD Kota Salatiga untuk mengawal tuntutan mereka.


"Kami juga meminta Ketua DPRD membuktikan jika berpihak kepada rakyat, untuk menekan apa yang diinginkan masyarakat yakni tolak kenaikan harga BBM termasuk menandatangani nota kesepahaman," tegasnya.


Sementara, Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan pihaknya siap mengawal aspirasi mahasiswa. Bahkan secara pribadi ia sepakat dengan yang disampaikan mahasiswa. Namun atas nama DPRD harus melakukan sesuai prosedur yang ada.


" Aspirasi akan kami masukan ke Banmus," ungkap Dance.

Dijelaskan, kewenangan menaikkan harga BBM berada di pemerintah pusat. Tapi pihaknya siap mengawal tuntutan mahasiswa. Pihaknya tidak memiliki wewenang dan akan mengirim suara dari masyarakat ke pusat.


"Bicara demokrasi bukan saling memaksakan kehendak. Karena ini adalah lembaga, akan diagendakan ke masukkan ke masyarakat kenaikan harga BBM," tandasnya.


Usai berdialog dan menandatangani nota kesepahaman dengan perwakilan anggota DPRD, rombongan mahasiswa kemudian membubarkan diri. Aksi demontrasi berjalan dengan lancar tanpa ada kericuhan.